Pilih Dedicated Server, VPS atau Cloud Hosting?

0 Komentar
Pilih Dedicated Server, VPS atau Cloud Hosting?

Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah memindahkan seluruh website kami yang sebelumnya menggunakan Dedicated Server kemudian Sempat Downgrade ke VPS di Knownhost. Dan saat ini semuanya full kami tempatkan di Cloud DigitalOcean.

Dari situ kami akan sedikit berbagi kepada Anda tentang alasan kami pindah, downgrade dan juga kesulitan dan keuntungan nya

1. Alasan Memilih Manage Dedicated Server (DS) dan Pindah ke Virtual Private Server (VPS)

Sebenarnya sebelum kami memilih Dedicated Server, terlebih dahulu kami memulai dari Shared Hosting di Hawkhost di tahun 2009 untuk keperluan bloging biasa dan MFA (Made For Ads). Saat di awa-awal kami baru memiliki beberapa web saja. Kemudian kami di usir oleh Hawkhost (lebih tepatnya di paksa upgrade) karena inode sudah kepenuhan.
Kami pindah ke WiredTree yang sekarang jadi Liquidweb dengan paket VPS. Dikarenakan blog semakin banyak, dan malas untuk mengelola banyak server kami putuskan untuk di tempatkan di Dedicated Server sekaligus.

Oh ya, kami selalu menggunakan Manage Dedicated Server. Yakni Server yang tinggal pakai tanpa perlu ribet setup sendiri dan kalau ada error tinggal kontak team supportnya saja.

Dan ini adalah alasan kami memiih Manage Dedicated Server

  1. Tidak ribet, ada masalah tinggal support
  2. Pilih spesifikasi sesuai kebutuhan
  3. Bisa memiliki (memesan) banyak IP Address. Kami sangat memerlukan ini karena penggunaanya untuk bloging dan terkait dengan hal teknis yang mungkin suatu saat akan kami jelaskan
  4. Kami membeli lengkap dengan cPanel, jadi pengelolaanya lebih mudah
  5. Management servernya mudah dengan menggunakan cPanel
  6. Bebas menambahkan, menghapus, mengupgrade dependency yang dibutuhkan
  7. Ada Akses ke root melalui SSH
  8. Storage relative besar
  9. RAM juga rata-rata besar di atas 16GB (tergangung masing-masing provider)
  10. Kecepatan atau Akses relative stabil karena tidak terganggunggu dengan pengguna yang lain.

Cukup lama kami menggunakan Dedicated Server, hampir 3 tahun lebih. Kemudian berpindah ke VPS dengan beberapa alasan berikut ini

  1. Banyak resource yang tidak digunakan terutama Storage
  2. Selama pemakaian kami menganalisa ternyata kebutuhan kami tidak sebesar yang di berikan oleh Dedicated Server (DS), terutama masalah RAM, CPU dan Storage
  3. Biaya jauh lebih mahal Rata-rata di atas $100 per bulan.
  4. Kebutuhan terhadap spesifikasi Server mulai menurun karena sudah mulai tidak bloging seperti di awal-awal kami memulai di dunia online
  5. Secara teknis masih VPS mirip dengan DS, perbedaanya tidak begitu signifikan buat kebutuhan kami.

Jika Anda berencana menggunakan Dedicated Server atau VPS, baiknya anda pertimbangkan dulu beberapa hal berikut ini.

  1. Kebutuhan storage (disk)
  2. Perkiraan berapa pengunjung nya perhari. kalau masih di bawah 10.000/hari VPS sebenarnya masih cukup. Tapi tergantung juga dengan aplikasi yang Anda gunakan.
  3. SDM yang mengelola. Kalau ada SDM khusus yang paham tentang Server. Menggunakan Unmanage Server tentu akan lebih menghemat biaya. Kalau tidak ada, maka pilih saja yang Managed agar tidak repot
  4. Budget perbulan. Ya ini penting juga, karena bisa boncos kalau over budget
  5. Lokasi Server. Kebanyakan untuk VPS atau DS yang lokasinya di Indonesia lebih mahal (saya kurang paham alasanya). Kalau target pengunjung Anda adalah Indonesia (misalnya), maka pilih lokasi server terdekat misal Tokyo atau Singapore kalau ada.
  6. Pilih penyedia (provider) yang tepat. Yang saya rekomendasikan dan pernah saya pakai adalah Knownhost. Karena ini terkait dengan tanggung jawab pengelola dan juga support mereka.

Pada intinya sesuaikan dengan kebutuhan, dan kemudahan dalam bisnis Anda.

2. Alasan Pindah dari VPS ke Cloud Server

Pada saat menggunakan VPS, diwaktu yang sama kami juga sempat beberapa bulan kami menggunakan Cloud Server sebagai tambahan dan juga sebagai sarana pembelajaran.

Karena pada umumnya Cloud Server jarang ada yang Managed yang artinya kita harus mengelola sendiri seperti install operating system, module, security dll.

Dan berikut Alasan kami pindah dari VPS ke Cloud Server

  1. Biaya Cloud Server lebih murah, dengan spesifikasi yang mirip dengan VPS
  2. Terdapat banyak pilihan lokasi server
  3. Skalabilitas dan fleksibel. Anda dapat menambah sumber daya sesuai dengan kebutuhan.
  4. Bisa menggunakan operating system, dan web server software yang berbeda-beda. Misal di Web A kita butuh menggunakan Apache, di Web B kita butuh NodeJS. jadi lebih Flexible jika menggunakan Cloud Server.
  5. Upgrade yang mudah tanpa harus pindah ke server baru
  6. Rata-rata sudah menggunakan SSD

Alasan utama kami adalah Biaya dan Flexibilitas. Akan tetapi, jika Anda juga hendak pindah ke Cloud Server. Maka baiknya pertimbangkan beberapa hal berikut ini

  1. SDM yang paham mengelola server seperti install OS, module, dan lain-lain. Terlebih masalah security nya
  2. Sesuaikan kebutuhan server Anda. Meskipun di cloud server biasanya sangat bervariasi.
  3. Layanan Backup data (biasanya dikenakan biaya tambahan)
  4. Tidak akan ada layanan support teknis jika terjadi kerusakan atau lainya.

Akan tetapi, saat ini sudah banyak layanan pihak ketiga yang akan membantu Anda untuk mengelola Cloud Server. Misalnya runcloud.com, upcloud.com, serverpilot.com dan lain-lain.

Adapun untuk pilihan Cloud Server, saat ini sangat banyak sekali. Kami sendiri saat ini menggunakan DigitalOcean, dan pilihan lainya ada:

  • Vultr
  • Azure
  • Amazon
  • Linode
  • AlibabaCoud
  • ovh
  • nusa.id
  • idcloudhost
  • dll

At the end, sesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya (finansial dan SDM) yang Ada untuk memilih apakah Anda akan menggunakan Dedicated Server (DS), Virtual Private Server (VPS) atau Cloud Server baik yang Managed atau yang Un Managet.

Weekly email summary

Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Code tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.

Berikan Komentar
Email anda tidak akan ditampilkan. Field yang wajib diisi ditandai dengan *
*