Table of contents
1. Definisi
2. Tujuan Menggunakan SEO
3. Cakupan SEO
4. Alasan Kenapa harus Menggunakan SEO
**Lalu bagaimana Sayratnya agar bisa menjadi SEO Spesialist?**
1. Harus Punya Ilmu Teori
2. Punya Kemampuan Analisis
3. Punya Kemampuan Teknis
4. Memiliki Portofolio

Syarat Minimal “Lulus” Sertifikasi SEO Specialist

Mau jadi spesialis SEO? Kamu harus tahu dulu cara agar lulus jadi SEO Specialist.

Hadie Danker
4 bulan yang lalu
Marketing
Syarat Minimal “Lulus” Sertifikasi SEO Specialist
Table of contents
1. Definisi
2. Tujuan Menggunakan SEO
3. Cakupan SEO
4. Alasan Kenapa harus Menggunakan SEO
**Lalu bagaimana Sayratnya agar bisa menjadi SEO Spesialist?**
1. Harus Punya Ilmu Teori
2. Punya Kemampuan Analisis
3. Punya Kemampuan Teknis
4. Memiliki Portofolio

Belakangan ini sedang hangat perbincangan tentang profesi SEO Specialist yang harus memiliki serfikasi uji kelayakan dari Lembaga Negara Republik Indonesia.

Tanpa melihat berbagai kontroversi (dan ini sudah biasa terjadi), maka siapapun yang ingin menjadi SEO Specialist maka memang harus punya kompetensi terkait SEO.

Ya kan gak mungkin mau jadi AHLI tapi tidak tahu ilmunya. 🙂

Untuk itu, saya mencoba membedah dulu beberapa hal teoritis terkait SEO dan kemudian akan menjelaskan apa saja syarat-syarat minimal untuk bisa lulus menjadi SEO Spesicialist.

1. Definisi

Jangan sampai salah persepsi atau salah tafsir mengenai apa itu SEO, karena perbedaan definisi seringkali menjadi sumber gagal-paham alias tidak nyambung dengan tujuanya.

Jadi apa itu SEO?

Agar pemahaman kita standard, maka saya ambil rujukan dari beberapa website yang kredible dan memang berfokus pada SEO

SEO stands for search engine optimization, which is a set of practices designed to improve the appearance and positioning of web pages in organic search results.

moz.com

SEO stands for “search engine optimization.” In simple terms, it means the process of improving your site to increase its visibility when people search for products or services related to your business in Google, Bing, and other search engines.

searchengineland.com

Search engine optimization (SEO) refers to the process of improving your site’s organic traffic and ranking on search engines such as Google, Bing, and other search engines.

semrush.com

SEO (Search Engine Optimization) is the practice of optimizing a website or webpage to increase the quantity and quality of its traffic from a search engine’s organic results.

ahrefs.com

Dari beberapa penjelasan istilah tersebut, maka dapat kita simpulkan garis besarnya adalah:

SEO atau (Search Engine Optimization) adalah sebuah upaya pengoptimalan website atau halaman web agar mendapatkan posisi terbaik di mesin pencari seperti Google, Bing, dan mesin pencari lainya.

Dengan demikian, berarti ada upaya-upaya khusus untuk melakukan SEO ini baik secara off-page atau on-page (istilah istilah ini akan saya jelaskan kemudian dibawah ya…)

2. Tujuan Menggunakan SEO

Dari pengertian di atas, rasayanya sudah cukup jelas bahwa tujuan kita melakukan optimasi website adalah untuk mendapatkan pengunjung (traffic/visitor) melalui posisi atau rangking di mesin pencari.

Kemudian pengunjung atau traffic tersebut ya bebas mau diarahkan kemana, apakah mau diarahkan untuk membeli atau hanya sekedar lihat lihat terus klik iklan :).

Menurut saya yang jadi tujuan utama dari SEO tetaplah Revenue, meskipun terkadang revenue tersebut baru bisa didapatkan setelah user melewati beberapa step (funneling).

Jadi tidak ada artinya kalau kita diposisi pertama pada pencarian kata kunci tertentu, namun ternyata tidak mendapatkan pengunjung dari situ.

Apakah ada yang diposisi satu google tapi tidak dapat pengunjung?

Ya ada dong, nanti kamu akan tahu sendiri kalau sudah berkecimpung di dunia SEO.

Cukup jelas kan?

3. Cakupan SEO

Kembali melihat pada definisi, cakupan SEO adalah seputar WEB dan Search Engine.

Entah apapun jenis web nya, atau platform nya. Bisa aja kita sebut aktifitas SEO itu untuk mengoptimasi Video Youtube, atau Produk di Market place, atau bahkan tulisan kita di Facebook.

Maka akan tetap dikatakan aktifitas SEO jika kita melakukan optimasi pada platform Web tersebut meski kita bukan pemilik dari website tersebut secara langsung.

Adapun Search Engine, sebenarnya bukan pilihan. Karena kita tidak bisa mengontrol secara langsung prilaku search engine (mesin pencari) ini. Akan tetapi ada kiat-kiat khusus untuk bisa menaklukan search engine tertentu baik itu dengan cara yang benar ataupun dengan cara yang salah atau dilarang.

4. Alasan Kenapa harus Menggunakan SEO

Alasan utamanya adalah behaviour pengguna internet yang ingin dijadikan target audience oleh pemilik website/konten.

Seperti kita tahu, bahwa mungkin bisa dikatakan lebih dari 80% orang ketika menginginkan suatu informasi, produk, video, dll pertama kali mereka akan menggunakan kolom pencarian di browser.

Sisa dari 80% ini kemungkinan yang mereka langsung mencari di social media, atau langsung di marketplace ketika ingin melakukan pencarian.

Note: angka 80% ini saya kira2 sendiri ya. jadi jangan tanya sumber darimana. Tapi point intinya adalah kebanyakan orang mencari menggunakan search engine.

Ok, kembali ke topik utama.

Dengan mengetahui 4 hal diatas. maka sebanarnya SEO itu adalah sesuatu yang simple secara teori. Akan tetapi pada prakteknya akan sangat banyak kesulitan karena adanya alogaritma atau metode mesin pencari dalam melakukan rangking sebuah web.

Contohnya google setiap tahun tau kadang kurang dalam setahun melakukan perubahan alogaritma yang sering membuat kalang kabut “pemain SEO”. Yang saya masih ingat ada namanya panda, huming bird. Selebihnya saya tidak begitu mengikuti.

Lalu bagaimana Sayratnya agar bisa menjadi SEO Spesialist?

1. Harus Punya Ilmu Teori

Karena mungkin akan muncul ketika test atau dengan paham teorinya kamu juga bisa menjelaskan dengan mudah kepada client.

Kalau kamu ingin menjadi pelaku SEO tanpa harus mendapatkan gelar Spessialis, maka tentunya teori tidak dibutuhkan. yang penting prakteknya kamu berhasil.

2. Punya Kemampuan Analisis

Salah satu faktor keberhasilan pemain SEO adalah kemampuan mereka dalam menganalisa. Bukan hanya menganalisa hari ini traffic naik, besok turun, besok naik lai. Bukan itu saja tentunya.

Akan tetapi yang lebih penting adalah mengalaisa seluruh kegiatan optimilasisai dengan membandingkan hasil yang dicapai seperti traffic, sales, awarnes dll.

Sehingga kemudian seorang Spesialis dituntut untuk memutuskan tehnik A cocok untuk website tipe O, tehnik B cocok untuk konten tipe X. (ini hanya contoh ya).

Dalam berbagai kasus juga, seorang SEO Specialist juga harus bisa menganalisa web yang akan dioptimasi, dan ini berkaitan dengan istilah “On-Page Optimization” seperti yang saya sebut diatas. diantanya

  1. Kecepatan Website/Landing Page
  2. HTML tag yang digunakan di website tersebut
  3. Meta Optimization
  4. Keyword Optimization
  5. User Experience
  6. dll

Meski tidak harus ahli dalam hal coding (karena beberapa hal di atas ada kaitanya dengan code), Seorang SEO Spesicialist harus tahu itu semua. Karena tentunya diantara faktor utama mesin pencari merangking website kita adalah dari “On-Page” ini.

Dan bicara soal Meta Optimiztion, kamu bisa pakai tools buatan kami “Meta Tags Generator” untuk membantu mengoptimasi meta tags kamu

Sementara untuk analisis lainya yang diperlukan adalah External Factor. Yang nantinya bisa digunakan untuk mengoptimasi website dari luar atau istilahnya adalah “Off-Page Optimization”, dimana seorang spesialis harus bisa memetakan kompetitor, kemudian melihat kekuatan kompetitor dan bagaimana menyamakan kedudukan website kita secara SEO Factor seperti dengan “Backlink” atau lainya.

3. Punya Kemampuan Teknis

Yang ini sudah pasti harus juga ya, masa spesialis gak bisa teknis?

Meskipun nantinya bukan hanya kamu yang mengerjakan campaign SEO tersebut (misal dengan team), kamu tetap wajib bisa masalah teknis.

Kan gak lucu kalau dikatakan SEO Specialist tapi tidak bisa memasang kode analytic. 🙂

Dengan menggabungkan antara kemampuan teoritis dan teknis, maka seorang SEO Specialist bisa membuat sebuah strategi SEO yang tepat.

4. Memiliki Portofolio

Nah ini penting juga, Kamu harus memiliki portofolio keberhasilan yang menunjukan kamu memang layak disebut Spesialis SEO.

Dan portofolio terbaik adalah bukti nyata bahwa dengan campaign SEO yang kamu jalankan, sebuah website tersebut mendapatkan revenue yang maksimal dengan campaign tersebut.

Dan salah satu portofolio yang bisa kamu tampilkan juga adalah pengakuan dari pihak kredibel lain akan ke-ahlian mu dibidang SEO misalnya dari hasil mengikuti ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh lembaga kursus SEO atau dari praktisi SEO.

Semakin banyak portofilio yang kamu miliki, tentunya akan menjadi pertimbangan khusus bagi yang menilai atau akan menggunakan jasamu.

Sementara Kontes SEO, menurut saya yang pantas menggunakan portofolio tersebut adalah penyelenggara atau SEO Planner nya. Karena peserta kontes hanyalah media atau alat untuk mencapai tujuan SEO itu sendiri.


Demikian kira-kira pembahasan sedikit seputar SEO. Untuk guidline seo sendiri kamu bisa baca langsung dari sini atau dari sini

Terakhir, bahwa kembali pada tujuan SEO adalah mendapatkan revenue yang maksimal. Artinya tidak hanya SEO yang bisa digunakan untuk mendapatkan renvenue maksimal, bisa jadi menggunakan SEM atau paid traffic lainya seperti facebook ads, tiktok ads dll.

Dan apapun teknik SEO yang nantinya diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut, yang terpenting adalah cara tersebut benar dan legal.

Terimakasih sudah membaca ya ….